Breaking News
Loading...
Wednesday, July 12, 2017

Fenomena Equinox di Indonesia, HOAX atau Fakta????


Fenomena Equinoks (Sumber: Google Image)
Fenomena equinok sempat .hangat diperbincangkan di masyarakat pada tahun 2016. Berdasarkan informasi yang beredar di masyarakat, menyatakan bahwa perubahan suhu yang terjadi pada tanggal 20-21 maret 2016 yaitu semakin panasnya kondisi di beberapa daerah di Indonesai. Masyarakat pun percaya, jika kita keluar pada saat siang hari (fenomena equinok), maka bumi terasa lebih panas dari biasanya, bahkan masyarakat pada waktu tersebut, enggan sekali keluar dari rumah, mereka lebih memilih untuk diam di rumah. Sekarang, mari kita amati secara cermat, apakah benar panasnya permukaan bumi khususnya di beberapa daerah di Indonesia di sebabkan oleh fenomena Equinok???



       Nama Equinoks sendiri berasal dari bahasa Latin yaitu "aequus" yang berarti "sama" dan "nox" yang berarti "malam", karena selama equinoks, panjang siang dan malam sama. Fenomena equinoks ini terjadi karena pada saat itu matahari berada tepat di garis khatulistiwa bumi. Fenomena equinoks sendiri terjadi dua kali setahun yaitu 21 Maret dan 23 September tiap tahun. Seperti kita tahu, bahwa daerah Indonesia juga dilintasi oleh garis khatulistiwa (Pontianak). Tapi apakah benar, panasnya suhu di ebberapa daerah di Indonesia tersebut disebabkan oleh fenomena Equinoks ??? Berikut penjelasan BMKG yang saya dapatkan dari situs remis BMKG
Peredaran Matahari (SUmber: Google Image)
Menanggapi beredarnya berita yang menyebutkan bahwa suhu udara di Indonesia dapat mencapai 40° C pada saat equinox, berikut adalah penjelasan yang dapat kami sampaikan :
  1. Equinox adalah salah satu fenomena astronomi dimana matahari melintasi garis khatulistiwa dan secara periodik berlangsung 2 kali dalam setahun, yaitu pada tanggal 21 Maret dan 23 September.
  2. Saat fenomena ini berlangsung, durasi siang dan malam di seluruh bagian bumi hampir relatif sama, termasuk wilayah yang berada di subtropis di bagian utara maupun selatan.
  3. Keberadaan fenomena tersebut tidak selalu mengakibatkan peningkatan suhu udara secara drastis, dimana kita ketahui rata-rata suhu maksimal di wilayah Indonesia bisa mencapai 32-36° C.
  4. Equinox bukan merupakan fenomena seperti Heat Wave yang terjadi di Afrika dan Timur Tengah yang dapat mengakibatkan peningkatan suhu udara secara besar dan bertahan lama.
  5. Menyikapi hal ini, BMKG menghimbau masyarakat untuk tidak perlu mengkhawatirkan dampak dari equinox sebagaimana disebutkan dalam isu berkembang.
  6. Secara umum kondisi cuaca di beberapa wilayah Indonesia cenderung kering. Beberapa tempat seperti Sumatera bagian utara mulai memasuki musim kemarau. Maka ada baiknya masyarakat tetap mengantisipasi kondisi cuaca yang cukup panas dengan meningkatkan daya tahan tubuh dan tetap menjaga kesehatan keluarga serta lingkungan.
Berdasarkan informasi BMKG tersebut, dapat disimpulkan bahwa panasnya suhu di beberapa daerah bukan disebabkan oleh equinok, tetapi memang pada saat itu cuaca di beberapa daerah indonesia cenderung kering seperti apa yang disampaikan oleh BMKG.



Jika artikel ini bermanfaat, silahkan di share dan jangan lupa tinggalkan komentarsebagai bahan refleksi untuk kesempurnaan Blog ini, terima kasih.

Sumber: BMKG

0 komentar :

Post a Comment

Back To Top